Ringkasan Kitab Fadhlul Islam | Halaqah 09 - Pembahasan Dalil Kelima Hadits Abu Hurairah Radhiyallāhu ‘anhu
بسم الله الرحمن الرحيم
Halaqah ini melanjutkan pembahasan dalil-dalil Kitab Fadhlul Islam, kali ini dengan fokus pada Dalil Kelima, yaitu Hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu tentang tingkatan agama (Islam, Iman, Ihsan). Hadits ini adalah Hadits Jibril yang sangat terkenal, di mana Malaikat Jibril mendatangi Nabi ﷺ dalam rupa manusia dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang agama.
Matan Hadits (bagian yang relevan dengan materi ini):
Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi ﷺ: "أَخْبِرْنِي عَنِ الْإِسْلَامِ" (Beritahukanlah kepadaku tentang Islam).
Nabi ﷺ menjawab: "الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا" (Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika engkau mampu menempuh perjalanannya).
Poin-Poin Penting dari Pembahasan:
1. Penegasan Makna Islam:
Jawaban Nabi ﷺ tentang Islam dalam hadits ini sama persis dengan rukun Islam yang telah dibahas pada Halaqah sebelumnya (Dalil Keempat, Hadits Ibnu Umar).
Ini menunjukkan bahwa rukun Islam adalah definisi dan identitas utama seorang Muslim, yaitu beribadah kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan haji (jika mampu).
2. Kesesuaian Dalil:
Materi ini memperkuat pemahaman bahwa Al-Qur'an dan Sunnah saling menjelaskan dan menguatkan. Dalil sebelumnya (Hadits Ibnu Umar) menyebutkan rukun Islam, dan hadits ini (Hadits Jibril) datang menguatkan dan menjelaskan hal yang sama, namun dalam konteks dialog dengan Malaikat Jibril.
Ini menunjukkan bahwa rukun-rukun Islam tersebut adalah pokok-pokok agama yang disepakati dan diajarkan secara konsisten dalam Islam.
3. Tingkatan Agama:
Hadits Jibril ini adalah dasar bagi pembagian agama Islam menjadi tiga tingkatan:
Al-Islam: Terkait dengan amalan-amalan lahiriah atau anggota badan, seperti syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. Inilah yang disebutkan secara eksplisit dalam hadits ini.
Al-Iman: Terkait dengan amalan-amalan batiniah atau keyakinan hati, seperti iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Akhir, dan takdir baik/buruk. Ini akan dibahas pada hadits berikutnya.
Al-Ihsan: Terkait dengan penyempurnaan dalam beribadah, yaitu beribadah seolah-olah melihat Allah, atau jika tidak bisa, meyakini bahwa Allah melihat kita. Ini juga akan dibahas pada hadits selanjutnya.
Penting untuk memahami bahwa ketiga tingkatan ini adalah satu kesatuan utuh dalam agama Islam. Seseorang yang hanya memiliki Islam (lahiriah) tanpa Iman (batiniah) dan Ihsan (penyempurnaan) belum sempurna agamanya.
4. Kedudukan Hadits Jibril:
Hadits ini sangat fundamental dalam Islam karena menjelaskan pokok-pokok ajaran agama secara komprehensif. Para ulama menyebutnya sebagai Ummus Sunnah (Induknya Sunnah) atau Ummul Hadits (Induknya Hadits) karena mencakup pilar-pilar penting dalam Islam.
Secara ringkas, Halaqah 09 menegaskan kembali definisi Islam melalui rukun-rukunnya yang bersifat lahiriah, sekaligus memperkenalkan tiga tingkatan agama (Islam, Iman, Ihsan) yang akan dibahas lebih lanjut.
10 Soal Pilihan Ganda dan Jawaban
Soal 1: Dalil kelima yang dibahas dalam Halaqah 09 adalah hadits dari siapa?
a. Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma
b. Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu
c. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
d. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu
Soal 2: Siapakah yang bertanya kepada Nabi ﷺ tentang Islam dalam hadits ini?
a. Seorang sahabat
b. Seorang tabi'in
c. Malaikat Jibril dalam rupa manusia
d. Seorang musyrik
Soal 3: Apa jawaban Nabi ﷺ ketika ditanya tentang Islam dalam hadits ini?
a. Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.
b. Rukun Islam yang lima.
c. Berbuat baik kepada sesama.
d. Shalat dan puasa saja.
Soal 4: Rukun Islam dalam hadits ini berkaitan dengan amalan-amalan yang bersifat...
a. Batiniah (hati)
b. Lahiriah (anggota badan)
c. Rohaniah saja
d. Pikiran saja
Soal 5: Bagaimana hubungan antara Hadits Abu Hurairah (Dalil Kelima) dengan Hadits Ibnu Umar (Dalil Keempat) yang membahas rukun Islam?
a. Keduanya saling bertentangan.
b. Hadits Abu Hurairah meniadakan Hadits Ibnu Umar.
c. Hadits Abu Hurairah menguatkan dan menjelaskan hal yang sama dengan Hadits Ibnu Umar.
d. Keduanya membahas topik yang sama sekali berbeda.
Soal 6: Hadits Jibril ini adalah dasar bagi pembagian agama Islam menjadi berapa tingkatan?
a. Dua tingkatan
b. Tiga tingkatan
c. Empat tingkatan
d. Lima tingkatan
Soal 7: Apa tingkatan agama yang dijelaskan secara eksplisit dalam jawaban Nabi ﷺ tentang Islam pada hadits ini?
a. Al-Iman
b. Al-Ihsan
c. Al-Islam
d. Al-Aqidah
Soal 8: Salah satu poin penting dari Hadits Jibril adalah menunjukkan bahwa Al-Qur'an dan Sunnah itu...
a. Terpisah dan tidak berhubungan.
b. Saling menjelaskan dan menguatkan.
c. Hanya membahas hal-hal yang berbeda.
d. Tidak relevan untuk zaman sekarang.
Soal 9: Para ulama sering menyebut Hadits Jibril sebagai apa karena mencakup pokok-pokok penting dalam Islam?
a. Ummul Qur'an
b. Ummus Sunnah atau Ummul Hadits
c. Ummul Kitab
d. Ummul Dunia
Soal 10: Meskipun Nabi ﷺ mustahil berbuat syirik, mengapa larangan "وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ" (QS. Yunus: 104) tetap disebutkan (berkaitan dengan pembahasan sebelumnya, namun juga prinsip umum dalam Islam)?
a. Karena Nabi Muhammad ﷺ pernah berbuat syirik.
b. Sebagai peringatan keras bagi umatnya akan bahaya syirik.
c. Untuk menunjukkan bahwa syirik itu ringan.
d. Agar Nabi ﷺ tidak menyembah Allah.
Kunci Jawaban:
c. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
c. Malaikat Jibril dalam rupa manusia
b. Rukun Islam yang lima.
b. Lahiriah (anggota badan)
c. Hadits Abu Hurairah menguatkan dan menjelaskan hal yang sama dengan Hadits Ibnu Umar.
b. Tiga tingkatan
c. Al-Islam
b. Saling menjelaskan dan menguatkan.
b. Ummus Sunnah atau Ummul Hadits
b. Sebagai peringatan keras bagi umatnya akan bahaya syirik.
Komentar
Posting Komentar