Ringkasan Kitab Fadhlul Islam | Halaqah 10 - Pembahasan Hadits Mualaq


  بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Halaqah ini membahas Dalil Keenam dari Kitab Fadhlul Islam, yaitu Hadits Mu'allaq yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya. Pembahasan utama dalam halaqah ini adalah mengenai pengertian dan hukum Hadits Mu'allaq itu sendiri, dengan hadits tentang rukun Iman sebagai contohnya.

Poin-Poin Penting dari Pembahasan:

1. Definisi Hadits Mu'allaq:

  • Secara bahasa, "mu'allaq" berarti "tergantung" atau "tergantung di atas".

  • Secara istilah, Hadits Mu'allaq adalah hadits yang di awal sanadnya dihapus satu perawi atau lebih, atau bahkan seluruh sanadnya dihapus. Artinya, Imam Bukhari tidak menyebutkan seluruh mata rantai perawi dari guru beliau sampai kepada Nabi ﷺ di bagian awal hadits tersebut.

  • Contoh dalam materi ini: Hadits Jibril yang dikutip di awal Kitab "Al-Iman" oleh Imam Bukhari, beliau membuang sanad dari guru beliau hingga Abu Hurairah. Beliau langsung memulai dengan kalimat "عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ" (Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: ...). Seharusnya ada perawi di antara Imam Bukhari dan Abu Hurairah.

2. Hukum Hadits Mu'allaq:

  • Secara umum, Hadits Mu'allaq dianggap Dhaif (lemah) karena sanadnya terputus. Namun, ada pengecualian penting.

  • Hadits Mu'allaq dalam Shahih Bukhari:

    • Imam Bukhari sangat hati-hati. Meskipun beliau membuang sanadnya di satu tempat, sanad hadits tersebut seringkali disebutkan secara lengkap di tempat lain dalam kitab Shahih Bukhari itu sendiri, atau dalam kitab-kitab hadits lain yang sahih.

    • Jika Imam Bukhari meriwayatkannya dengan sighat jazm (bentuk tegas/pasti) seperti "قال رسول الله" (Rasulullah bersabda) atau "عن أبي هريرة" (Dari Abu Hurairah), maka hadits tersebut adalah sahih dan tidak ada keraguan padanya. Contoh hadits ini (tentang rukun Iman) termasuk yang diriwayatkan dengan sighat jazm.

    • Jika Imam Bukhari meriwayatkannya dengan sighat tamridh (bentuk tidak pasti) seperti "يُروى عن رسول الله" (Diriwayatkan dari Rasulullah) atau "قيل" (Dikatakan), maka hadits tersebut belum tentu sahih dan perlu diteliti lebih lanjut. Namun, kasus seperti ini sangat jarang terjadi pada hadits yang disebutkan sebagai dalil oleh Imam Bukhari.

3. Keistimewaan Imam Bukhari:

  • Beliau dikenal sebagai ahli hadits terkemuka yang sangat ketat dalam menyeleksi hadits. Kehati-hatian beliau dalam meriwayatkan Hadits Mu'allaq, bahkan ketika membuang sanadnya, menunjukkan bahwa beliau memiliki jaminan atas kesahihan hadits tersebut.

  • Bahkan para ulama yang meneliti Hadits Mu'allaq dalam Shahih Bukhari menyimpulkan bahwa seluruhnya adalah sahih, kecuali beberapa yang diriwayatkan dengan sighat tamridh dan itu pun sangat sedikit.

4. Pentingnya Hadits Mu'allaq dalam Kitab Fadhlul Islam:

  • Hadits tentang rukun Iman ini menjadi dalil tentang definisi Iman yang merupakan tingkatan kedua dalam agama, setelah Islam.

  • Meskipun sanadnya mu'allaq di awal, statusnya tetap sahih karena diriwayatkan oleh Imam Bukhari dengan sighat jazm dan sanadnya lengkap di tempat lain.

Secara ringkas, Halaqah 10 ini mengajarkan kita tentang jenis hadits Mu'allaq, kekhasannya dalam Shahih Bukhari, serta jaminan kesahihannya, sembari menjadikan Hadits Jibril tentang rukun Iman sebagai contoh konkret dari Hadits Mu'allaq yang sahih.


5 Soal Pilihan Ganda dan Jawaban


Soal 1: 
Apa pengertian Hadits Mu'allaq secara istilah?

a. Hadits yang sanadnya lengkap dari awal sampai akhir.

b. Hadits yang diriwayatkan hanya oleh satu perawi.

c. Hadits yang di awal sanadnya dihapus satu perawi atau lebih.

d. Hadits yang mengandung unsur hiburan.


Soal 2: 
Bagaimana hukum Hadits Mu'allaq secara umum?

a. Selalu sahih.

b. Selalu dhaif.

c. Dhaif, kecuali jika ada pengecualian tertentu.

d. Hukumnya tidak jelas.


Soal 3: 
Jika Imam Bukhari meriwayatkan Hadits Mu'allaq dengan sighat jazm (bentuk tegas seperti "قال رسول الله"), bagaimana status hadits tersebut dalam Shahih Bukhari?

a. Dhaif dan tidak dapat dijadikan dalil.

b. Sahih dan dapat dijadikan dalil.

c. Hanya sekadar riwayat tanpa kepastian.

d. Meragukan keabsahannya.


Soal 4: 
Apa keistimewaan Hadits Mu'allaq yang terdapat dalam Shahih Bukhari?

a. Seluruhnya dhaif dan tidak bisa dipakai.

b. Mayoritas sanadnya disebutkan lengkap di tempat lain atau terbukti sahih meskipun mu'allaq di satu tempat.

c. Hanya berisi cerita-cerita tanpa sanad.

d. Hanya digunakan untuk tafsir mimpi.


Soal 5: 
Hadits tentang rukun Iman yang menjadi contoh Hadits Mu'allaq dalam halaqah ini menjelaskan tentang tingkatan agama yang mana?

a. Al-Ihsan

b. Al-Islam

c. Al-Iman

d. Al-Akhlak


Kunci Jawaban:

  1. c. Hadits yang di awal sanadnya dihapus satu perawi atau lebih.

  2. c. Dhaif, kecuali jika ada pengecualian tertentu.

  3. b. Sahih dan dapat dijadikan dalil.

  4. b. Mayoritas sanadnya disebutkan lengkap di tempat lain atau terbukti sahih meskipun mu'allaq di satu tempat.

  5. c. Al-Iman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ringkasan Kitab Fadhlul Islam | Halaqah 08 - Pembahasan Dalil Keempat (Hadits Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma)

Ringkasan Kitab Fadhlul Islam | Halaqah 06 - Pembahasan Dalil kedua QS Yunus 104 Dan Dalil ketiga QS Al-Hadid 28 (Bagian 1)

Ringkasan Kitab Fadhlul Islam | Halaqah 12 - Pembahasan Dalil Ketujuh Hadits Ubay bin Ka'ab tentang "As-Sabil dan As-Sunnah"